Politik

Jokowi Klaim Dirinya Berpolitik Minim Biaya, Sahabat : Itu Bohong! Adik Prabowo Habiskan Ratusan Miliar Untuk Biaya Beliau Mencalonkan Diri Jadi Gubernur DKI

Primaberita.com – Pernyataan Jokowi yang menyebut dirinya selama ini berpolitik tanpa biaya yang mahal mendapat bantahan dari sahabatnya sendiri Nicholay Aprilindo. Menurut Nicho yang kini menjadi anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, apa yang dikatakan Jokowi itu bohong.

“Kita geram ya mendengar pernyataan Pak Jokowi (berpolitik minim biaya). Saya masih ingat pada 2008, Jokowi mengundang saya ke rumah dinas wali kota Solo, Loji Gandrung untuk minta dikenalkan dengan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.” ujar Nicho.

Kala itu Nicho mengungkapkan Jokowi memaparkan kesuksesannya jadi wali kota Solo kepada Hashim dan meminta dibantu untuk jadi gubernur di DKI Jakarta. Hashim mulai tertarik dengan Jokowi, kemudian ingin menjadikan Jokowi gubernur Jawa Tengah.

“Namun, Pak Jokowi bersikeras meminta untuk dijadikan gubernur DKI. Hashim akhirnya setuju dan mulai mempersiapkan untuk memenangkan Jokowi dalam Pilkada DKI 2012. Tapi Gerindra tak bisa mengusung sendiri, sehingga memilih berkoalisi dengan PDIP.” papar Nicho.

Bahkan, kata Nicho, Prabowo yang membujuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri agar PDIP mendukung Jokowi sampai Mega akhirnya setuju bersama dengan Gerindra mengusung Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pak Prabowo datang ke Bu Mega meyakinkan bahwa Jokowi layak untuk menjadi gubernur. Setelah itu, Bu Mega setuju. Padahal sebelumnya Megawati ketika itu ingin mendukung Fauzi Bowo. Tapi, akhirnya Mega setuju Jokowi.” ungkap Nicho lagi.

Lebih jauh, Nicho menyebut Jokowi sering mengeluh kepada Hashim bahwa dirinya tak punya uang, namun ingin maju menjadi gubernur DKI. Karena percaya kepada Jokowi, akhirnya Hashim menanggung semua biaya politik Jokowi yang jumlahnya hingga ratusan miliar rupiah.

“Itu kalau dikalkulasi sampai ratusan miliar. Jadi dia katakan tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai kantong kresek lho ke rumah pemenangan, ke Jokowi langsung,” tambah Nicho lagi.

Oleh karenanya, Nicho merasa begitu geram dan kesal dengan pernyataan Jokowi dalam debat yang diibaratkan seperti kacang lupa kulitnya. Nicho meyakinkan bahwa apa yang disampaikannya merupakan fakta, sebab dia selalu ikut dalam pertemuan antara Jokowi dan Hashim.

Tinggalkan Balasan