Editor Choice

Sejarah Hari Ibu Dan Perkembangannya Di Masa Kini

Primaberita.com – Tak seperti kebanyakan Negara Barat yang menetapkan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei, di Indonesia, Hari Ibu diperingati secara nasional pada tanggal 22 Desember setiap tahun nya atau tepat pada hari ini.

Peringatan Hari Ibu di lakukan untuk menghargai dan menghormati sosok setiap Ibu yang sejatinya memang sosok paling berpengaruh dalam kehidupan setiap manusia. Dalam perayaan Hari Ibu, biasanya seorang anak akan mengucapkan selamat dan memberikan hadiah pada sang Ibu.

Selain itu, peringatan biasanya juga dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Berdasarkan sejarah, peringatan Mother’s Day di Amerika pertama kali diperingati pada tahun 1908, setelah yang kini disebut sebagai Founders of Mother’s Day mengadakan peringatan atas kematian ibunya di Grafton, West Virginia.

Namun ketika itu, Pemerintah dan Kongres Amerika Serikat sempat menolak proposal untuk menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional. Namun setelahdi kaji dan di rundingkan sekian lama, barulah pada tahun 1911, seluruh negara bagian di Amerika Serikat menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur.

Di Indonesia sendiri, Hari Ibu diresmikan oleh Presiden pertama RI yakni Ir. Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Dimasa kini arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Namun di luar semua maksud peringatan dan perayaan nya, Ibu tetaplah sosok luar biasa yang pantas mendapatkan pujian dan penghargaan. Pada hakikat nya, tak ada manusia manapun yang mampu melakukan tugas seperti yang Ibu lakukan.

Seperti ungkapan ‘Kasih sayang ibu sepanjang masa’ di kiaskan bukan tanpa sebab. Karena pada kenyataannya Ibu memang selalu menyayangi kita bahkan sampai akhir hayatnya. Jasanya tidak terbendung dan tidak terhitung banyaknya, sejak kita lahir ke dunia ini dan pertama kali menangis, sang ibulah yang menyambut kita dengan kebahagiaan dan penuh harapan.

Ibu, kata yang sarat makna. Ibu bisa menjadi apapun yang kita perlukan seperti menjadi sahabat, perawat hingga menjadi sang penyelamat di kehidupan ini. Karena jasa-jasa itulah, kita layak untuk memberikan penghormatan kepada para Ibu di seluruh dunia.

Bu, teruslah menjadi cahaya terang dalam hidup kami.. Kami semua menyayangi mu.. Selamat Hari Ibu..

Bagikan:

Tinggalkan Balasan