Nasional

Ini Isi Surat Terbuka OPM Yang Tolak Berdamai Dengan Indonesia

Primaberita.com – Meski tengah diburu oleh TNI dan Polri usai membantai dan membunuh 31 pekerja proyek Jalur Trans Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM) menegaskan jika mereka tak akan menghentikan perang sebelum di berikan kemerdekaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh OPM dalam sebuah surat yang kemudian di unggah dalam sebuah video. Surat itu sendiri di tujukan oleh OPM dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kepada Presiden Jokowi.

Dalam surat itu, OPM mengatakan jika mereka tak menginginkan pembangunan infrastruktur di Papua. Mereka menegaskan jika Papua ingin merdeka dan berpisah dari Indonesia serta menentukan hak politik nya sendiri tanpa campur tangan Pemerintah RI.

Selain itu, OPM juga menolak permintaan Pemerintah RI untuk menyerah dan juga menolak untuk berdamai. Dengan tegas OPM juga menyatakan perang tak akan berhenti sampai Indonesia memberikan kemerdekaan Papua. Berikut isi lengkap surat TPNPB OPM yang di tujukan kepada Presiden.

“Surat terbuka, Yang terhormat, tuan Presiden Republik Indonesia, kami pimpinan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisai Papua Merdeka, menyampaikan dengan hati nurani kami yang tulus, kepada anda, bahwa pembangunan Infrastruktur di Papua Barat adalah bukan yang diinginkan rakyat bangsa Papua.

Rakyat Papua inginkan hak politik penentuan nasibnya sendiri. Ingin pisah dari Indonesia, untuk merdeka penuh dan berdaulat dari penjajahan dari Indonesia.

Penolakan TPNPB
1. TPNPB menolak permintaan Indonesia untuk menyerah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
2. TPNPB menolak upaya Indonesia untuk berdamai dengan dialog Jakarta-Papua

Sikap TPNPB
1. TPNPB tidak akan menyerah dengan alasan apapun sebelum kemerdekaan bangsa Papua terwujud dari penjajahan Indonesia.
2. Perang tidak akan berhenti sampai pada sebelum tuntutan dan permintaan TPNPB dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Demikian isi tuntutan dan tawaran dan penolakan tentara TPNPB OPM.

Untuk itu, TPNPB menolak tawaran dalam bentuk apapun, selain yang dicantumkan dalam surat ini.

Apabila pemerintah Indonesia tidak meyetujuinnya, maka TPNPB tidak akan berhenti perang!”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan